Behold!! The Nightmare!!
Behold!! The Nightmare!!
Hari-hari belakangan ini sepertinya adalah mimpi buruk bagi kita semua. Bencana dimana-mana. Tanah longsor, banjir, ah, entah apalagi besok……
aku jadi ingat kisah-kisah di majalah Si Kuncung (majalah yang kurindukan, entah bagaimana nasibmu kini) dulu. Cerita-cerita tentang bencana banjir seringkali bersetting sebuah perkampungan dimana angin sepoi berhembus, dikitari persawahan yang terhampar indah. Ya, di tahun-tahun yang lalu, banjir kebanyakan menimpa teman-teman kita yang berada di wilayah bawah. Banjir Kiriman kalo kata orang. Namun sekarang, wilayah atas pun sepertinya mulai terjamah. Seperti yang dialami teman-teman kita di Jember kemarin. Sekarang, banjir ternyata terjadi juga di daerah pegunungan, daerah yang semula tidak terbayangkan oleh kita akan mengalami bencana semacam itu.
Demikian juga tanah longsor (LS). Dulu, LS biasanya terjadi di daerah-daerah tertentu saja, yang memang sudah jadi "langganan" LS. Entah karena struktur tanah yang labil, atau karena sebab lainnya. Namun, kita lihat sekarang LS terjadi secara sporadis di berbagai tempat.
Segera, muncul dua pendapat tentang penyebab bencana ini. Masyarakat menilai penggundulan hutan sebagai biang keroknya, sedangkan birokrat menyatakan curah hujan yang sangat tinggi sebagai penyebabnya.
aku cenderung kurang setuju dengan alasan kedua. Kenapa? Karena alasan itu mempunyai dua arti, yaitu :
1. Tidak mengakui bahwa hutan yang ada saat ini sudah jauh berkurang dibanding tahun-tahun lalu.
Kurasa sudah bukan rahasia lagi kalau merajalelanya pembalakan liar di Indonesia terjadi karena dukungan oknum-oknum tertentu. Ada kesan untuk menutupi keterlibatan mereka? Entahlah. Semoga saja tidak…
2. Cenderung menyalahkan alam.
Hujan adalah rahmat dari Allah untuk kita. Seandainya dia berubah menjadi bencana, rasanya tidak baik jika kita serta merta mencacinya. Marilah menoleh kepada diri kita masing-masing. aku yakin, sebenarnya kita semua tahu jawabannya, iya kan :)….?
Tak terbayangkan olehku (dan aku memang tidak mau membayangkannya) seandainya hal serupa menimpa wilayah kami. Semoga para korban diberi ketabahan dan kekuatan. Dan semoga hal ini bisa menjadi pelajaran bagi semua.
Maka, bersyukurlah kita yang saat ini masih bisa datang ke warnet, browsing, mungkin chatting, menatap monitor dengan tenang dan rileks, bahkan mungkin ada yang sambil ongkang-ongkang kaki plus ngopi sambil ketawa-ketawa sendiri. Bersyukurlah, bersyukurlah……
Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan izin Allah.
== Love Our Forest ==
January 7th, 2006 at 11:18 am
bener bob!..kadang kalo lagi ngaly out majalahku yg EKOSISTEM aku sring mikir knp bnyak aja HPH yg diwasiatkan pada hamba2TUHAN yang terkutuk itu..kadang banyak rekayasa juga untuk hal ini..
km pengin tau itu??ikut aku kalo pas nemenin PEMRED ku eksplorasi ke berbagai daerah ..trutama di sekitar porjo aja lah(kulon progo,jokja, kebumen..)..dah bisa kita liat kok..malah kalo pncurian bisa dikatakan lebih minim dibanding ma yang legal kemaruk itu..tapi tau deh saya mgkin cuma seorang art worker grafis yg ga tau menau masalah jahat sprti itu tapi saya mngutuk mereka yang ga perduli ma triakan BIO HAZZARD.. SAVE OUR PLANET now!!!anjriiitt