Lithium
Friday, December 16th, 2005Untuk yang pertama kali selama 3 bulan terakhir, aku benar-benar nggak tau mo ngapain. Apa sebabnya? Tau!!!!!!!!
Dear Lithium, please come with me!!!
Untuk yang pertama kali selama 3 bulan terakhir, aku benar-benar nggak tau mo ngapain. Apa sebabnya? Tau!!!!!!!!
Dear Lithium, please come with me!!!
Malem minggu kelabu nee….ga bisa kemana-mana, Bosnya ga ngebolehin..Daripada tar ga dikasi subsidi (hehe…), akhirnya untuk kali ini terpaksalah poin "kegiatan kepemudaan sabtu malam" menghilang dari agenda, kekeke..
Bingung mo ngapain. Bengong aj ngeliatin monitor. Tau-tau kedengeran deh laguna oom Robert Smith and friends, "a letter to Elise". Wah, bener juga tu, daripada iseng, mendingan nulis-nulis aja deh. Nulis apaan kek! Kalo tulisan ini tar jadi surat cinta, ya bolehlah, itung-itung buat persediaan kalo2 suatu saat diperlukan, hehe…kalo tar jadi cerpen atau novel (huahahahaha, eling dab!), ya syukur, berarti aku berbakat (matamu mas!). Kalaupun jadinya malah kayak tulisan orang gila, juga ga papa. Yang penting masi ada yang mau baca. Tulisannya orang gila kan cuma bisa dipahami sesama orang gila?! Siapa suruh baca tulisannya orang gila, hehe…
Langkah pertama, mencoba mencari inspirasi
Kluthik-kluthik-kluthik….
Gagal
Langkah Kedua, merenung
Tuk-tuk-tuk-tuk….
Gagal lagi
Usaha ketiga, ganti posisi (ih, emang apaan?!)
Krik-krik-krik….
Wadaww!!! Busyet dah! Ternyata nulis tu susah ya! Ga ada ide cemerlang nemplok di kepala! Jangankan ide cemerlang, yang nggak masuk akal pun pada melengos, ga mau mampir! Wah ruwet ne kalo kaya gini caranya..Udah deh, moga2 besok bisa disambung lagi, kali aja bisa bikin cerita yang lebih seru. Buat penutup, eh tunggu dulu! Kayaknya ada seemprit ide ni..tapi berhubung Chievo vs Milan dah mo main, tulis seadanya aja lah..
Tadi siang aku ketemu temen lama, Tuan Komple namanya. Omong punya omong, tau-tau dia bilang kalo anak2 muda sekarang pacarannya dah mulai gila-gilaan, kalo istilah jawanya sampun gawat kaliwat-liwat! Ga usah jauh2 sampe Jogja segala, di Pwr aj udah nggak karuan. Jaman sekarang kalo mo nyari kriteria istri, lanjut beliau, jangan terlalu berharap dapet perawan! Apa iya kaya gitu? Ada yang mo ngasi tanggapan? Dari kaum hawa terutama, yang selalu berhasil kami kibuli (entah itu secara terpaksa, tidak sengaja, sukarela ataupun suka sama suka!) dan menjadi korban kami, para buaya, hehe…
Oke, cabut dulu ah! Buat penutup, dengerin Weezer dulu…
"No One Else" by Weezer
i want a girl who will laughs for no one else
When i’m away she puts her make up on the shelf
When i’m away she never leaves the house
i want a girl who’ll laughs for no one else…Yeah!!
# dan ternyata malam itu betul-betul menjadi malam kelabu karena 2 jam kemudian Milan kalah, 2-1.
Ketika membuka koran pagi ini, aku tertarik dengan sebuah berita tentang jalannya pemilihan umum di Mesir. Hosni Mubarak melarang para pemilih dari kalangan IM untuk mendatangi tempat pemilihan dan memberikan suaranya, dan hal ini menimbulkan bentrokan massal yang merenggut korban jiwa. Ah, kasihan betul nasib umat ini. Nggak di Indonesia, nggak dimana-mana, selalu saja menjadi alat politik dan terpecah belah nggak karuan. Mungkin terlalu jauh bagi kita untuk menanggapi apa yang terjadi di Mesir sono (adoh dab, hehe..!!), Emmh. coba kita lihat di negeri sendiri aja deh. Sepenglihatanku, terutama sejak masa reformasi, para kiai kita lebih sibuk berpolitik daripada memberikan pendidikan kepada ummat. Padahal, dengan semakin derasnya arus informasi, para kiai justru semakin dibutuhkan perannya dalam menanamkan dasar-dasar agama untuk membentengi umat ini. Aqidah, ibadah, dan akhlak adalah hal yang amat penting, dan bukan amat kecil, namun amat uurrrghenn..(hehe, Pak Habiebie bgt ya :p). Namun, sebagian besar Kiai malah menyibukkan diri kedalam dunia politik dengan alasan untuk kemaslahatan umat. Okelah, bagaimanapun juga kita memang tidak bisa mengesampingkan urusan politik begitu saja. Maka bermunculanlah partai-partai Islam, dengan beragam benderanya. Diharapkan terjunnya para kiai di dunia politik tersebut dapat memberikan teladan dan pendidikan bagi ummat, bagaimana berpolitik secara benar dan Islami. Tetapi apa lacur? Yang terlihat sekarang adalah sebuah keanehan, carut-marut, perpecahan yang bagiku nggak jelas mana ujung pangkalnya. Jangankan untuk menyatukan pendapat beberapa partai Islam, lha wong dalam satu partai Islam saja bisa pecah dan malah gontok-gontokan terus kok! Hati ini kadang sampe gemez rasanya ngeliat kondisi kaya gitu. Lucu buanget pokoke lah!! Ga heran kalo kalangan non muslim seringkali menganggap remeh dan mentertawakan kita, lha wong kita ini juga pinter ndagel kok!! Maka timbul suatu pertanyaan, "sebenarnya apa sih yang bikin kita ga bisa bersatu? Kenapa kita ga bisa?". Umm, kayakna untuk menyatukan partai-partai itu menjadi satu saja memang agak susah, karena memang sudah fitrah manusia untuk mempunyai pendapat yang berbeda. Namun apakah tidak bisa bagi kita untuk paling tidak menyatukan langkah, menyikapi suatu permasalahan dengan melihatnya dari Islam sebagai kacamata utama? Kompak gitu loh!! Apa gunanya para Kiai disitu? Kemana perginya semangat Ukhuwah Islamiyah yang selalu didengung-dengungkan itu, ikut anggota dewan piknik ke Mesir po?! Silaturahmi yang dilakukan kurasakan lebih diselimuti semangat politis daripada semangat ukhuwah Islamiyah (heihei, ga baik tu su’udzan..Astaghfirullah). Lebih jauh lagi, dengan melihat realita saat ini, perlu ditanyakan lagi kepada partai-partai yang mengaku Islam tadi, sebenarnya apa sih tujuan utama mereka? Mungkin permasalahannya tidaklah sesederhana yang dibayangkan, namun inilah yang dilihat oleh kaum arus bawah seperti kami. Para Kiai (Ulama) harus sadar, bahwa mereka adalah pewaris para Nabi (aku sangat yakin bahwa mereka jauh jauh jauh lebih tau daripada cecunguk busuk berpikiran dangkal ini). Kepada merekalah umat ini bergantung. Kalau para ulamanya tidak lagi bisa diandalkan, maka kepada siapa lagi umat ini akan menggantungkan harapan?
Wah, ga terasa dah 2 bulan di rumah. Belom kemana-mana neeh, payoyeah tenan!! Begini nasib jadi bujangan, kemana-mana, asalkan suka, tak ada orang yg melarang, asalkan punya uang!! Kalo ga punya uang, ya gini dah, cuma bisa menggondrongkan diri di rumah sajo, hohoho…
Hemh, kangen ma jakarta nee..kupikir-pikir, aneh juga ya. Padahal kalo udah di jakarta, malesnya minta ampun. Kerjaannya molor mulu. Mo keluar males. Macetlah, panaslah, pokoknya hati besarku selalu bisa bikin beribu propaganda yg membuat hati kecilku takluk, untuk kemudian mengrimkan sebuah sms berbunyi "tidur!" kepada yang terhormat saudara otak kecil. Walhasil, kasurku jadi kasur paling tipis sekos (tentu saja kasurnya den mas Gendhout ga diitung, dia kan abnormal,hehe..sori nDut!). Emang si, kadang-kadang hati kecilku tampil lebih perkasa dan berhasil menggerakkan tubuh ini menuju dunia luar sana. Itupun dengan konsekuensi terjadinya badmood swing kalo pas kena macet (iyalah, kalo ga macet bukan djakarta tapi purworejo namanya!). Ngeselin tau!! Sampe pernah aku membuat sebuah semboyan berbunyi "i hate jakarta!viva neng ndeso is better!". Heran, betah amat pada ya orang2 hidup di jakarta?
Tapi itu dulluu..Sekarang kena batunya deh. kalo pas giliran dah di rumah, kok rasanya kangen ma djakarta ya..kangen ma mataharinya, ma hujannya, kangen ma kampus biruku (huahaha, cekakak-cekakak, bo’ong banget tu :p!!), kangen ma anak2 kos (sayang skarang dah pada piknik keliling Indonesia), kangen naek bis kota, metromini, kopaja (palagi kalo pas dapet bareng mbak2 kantoran,kan asik, wakaka…), kangen ngeliat Blok M, liat monaZ, ngedengerin BenZ radio (kekeke..), maen ke Gramed (ih kasian bgt ya..), satu lagi, kangen ke jl.Sabang (dah setaon kali ga kesono), kangen kena macet, pokoknya benci tapi rindu gitu deh! Kalo kata orang pacaran si, yg kaya gitu tu namanya emang cinta beneran (iya emang? maklum blom pernah, mangkana ga tau, hehe..).
Apa iya ya aku dah kena jerat-jerat cinta jakarta?
Tau ah, yg jelas, i miss You Djakarta!!